Minggu, 20 Januari 2008

Kisah Perang Melawan Jepang

PERWIRA BANGSA INDONESIA YANG PERNAH BERPERANG MELAWAN TENTARA JEPANG.
Oleh Wal Suparmo,SH,MBA

Menurut tulisan Budiarto Shambazy dalam Kompas tgl 15 Januari 2008, Suharto juga pernah mengangkat senjata atau berperang melawan tentara Jepang.Sesuai catatan sejarah ada 2 orang perwira bangsa Indonesia yang pertama-tama terlibat perang frontal dengan tentara Jepang yaitu Kapten inf. J.Kaseger dan Letnan Satu inf. Didi Kartasasmita.

Kedua-duanya adalah lulusan Akademi Militer Breda di Belanda.Tentara Jepang mulai menyerang Pulau Ambon pada tanggal 8 Januari 1942 dengan serangan dari udara dan laut tetapi baru mendarat pada tanggal 30/31(malam) Januari 1942 dibawah pimpinan Mayor Jenderal Takeo Ito yang terdiri dari 5300 orang,400 ekor kuda dan 110 kendaraan bemotor dan dibantu oleh kurang lebih 1000 orang marinir.

Pulau Ambon dipertahankan oleh tentara Hindia Belanda(KNIL) dibawah Letkol. Inf.J.L.R.Kapitz dengan pasukan ang terdiri dari 2600 orang ditambah bantuan tenatara Australia sebanyak 1170 orang.Kapt J.Kaseger adalah komandan kompi 4 dan Lettu Didi Kartasasmita komandan kompi perajurit bumiputera dan wajib latih.

Pertempuran belangsung satu minggu dan pada tanggal 7 Februari 1942, Belanda menyerah dan yang menyerah paling akhir adalah kompi dari Lettu Didi Kartasasmita. Namun dicatat bahwa korban tentara Jepang adalah 2400 orang belum termasuk dari marinir.Satu kapal torpedo Jepang tenggelam di Teluk Ambon karena kena ranjau laut.

Oleh sebab mereka orang bumiputera maka Kapt.J.Kaseger dan Lettu yang ditangkap Jepang dan ditahan sebentar, diperbolehkan pulang ke tempat asal mereka tetapi karena Kapt.J.Kaseger beristrikan wanita Belanda totok, ia ditangkap lagi dan meninggal dalam kamp konsentrasi sedangkan Lettu Didi Kartasasmita yang belum menikah, pulang ke Jawa Barat dan turut mendirikan PETA dan BKR.

Ia adalah satu dari sedikit orang Indonesia yang mempunyai pengalaman untuk bertempur melawan tentara asing(Jepang) .Tentara Jepang menyerang dan mendarat di pulau Tarakan pada tanggal 11 Februari 1942 yang terdiri dari 3 batalyon( dari resimen inf.146) kira-kira 3000 orang dan 1 batalyon mariner. Tentara Hindia Belanda berkekuatan 1100 termasuk orang bumiputera Indonesia yaitu Korps Mangkunegaran Sayang tidak ada cacatan mengenai pewira-perwiranya dan berapa banyak juga yang gugur.

Tanggal 29 Juli 1942, sersan Julius Tahija dengan pasukan sejumlah 12 orang. Berhasil menggagalkan pendaratan tentara Jepang yang terdiri dari beberapa ratus orang di Saumlaki kepulauan Tanimbar.Sersan J.Tahija kehilangan 8 orang yang mati tetapi tentara Jepang mengundurkan diri.Untuk kejadian ini Julius Tahija dianugerahi oleh Belanda bintang Militaire Willems Orde yang sama tingkatnya dengan Victoria Cross(Inggris) atau Congessional Medal (Amerika).

Perang gerilya melawan tentara Jepang di Kolonedale yang berlangsung lama setelah tentara Hindia Belanda menyerah kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942..Perang gerilya itu berlangsung sampai tanggal 25 Agustus 1942 dibawah komando sersan J.Klinkhamer( karena para perwiranya terbunuh dan tertangkap) yang akhirnya diteruskan oleh sersan KNIL Kapojos yang adalah orang bumiputera.

Peristiwa pemberontakan PETA di Blitar (daiichi dai dan) yang dipimpin oleh Daidanco Soepriadi.Yang mana semua pelakukunya dihukum pancung kecuali Soeprijadi yang melarikan diri dan konon berharakiri dengan menerjunkan diri dalam kawah gunung Bromo karena jika tertangkap tentara Jepang ia akan disiksa berat.(meskipun denikian secara absensia ia pernah diangkat menjadi Menteri Pertahanan dalam kabinet Republik Indonesia yang pertama).

Peristiwa Lengkong tgl 25 Januari 1946, yaitu pertempuran melawan tentara Jepang dan para perwira bumiputera Indonesia yang mempertahankan Akademi Militer di Tangerang dan Jepang ingin merebut kembali senjatanya.Yang gugur pada waktu itu adalah Mayor inf.Daan Mogot dan Lettu inf. Soebianto Djojohadikusumo( 21 Tahun) dan Soejono Djojohadikusumo( 16 tahun).

Kemudian terjadi beberapa penyerangan kecil-kecilan tetapi bukan perang , dalam usaha untuk merebut senjata Jepang di kota Yogya ,Solo dan beberapa kota lain tetapi yang berupa perang adalah pertempuran lima hari di Semarang yang terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 19 Oktober 1945, yang mana tentara Jepang dipimpin oleh Butaicho Kido yang sangat berpengalaman tempur karena pernah merebut Syonanto(Singapura) yaitu pasukan istimewa atau sekarang dinamakan special troops atau pasukan komando.

Pasukan ini terdiri dari pasukan cadangan dibawah komando kapt.Yamada, pasukan tempur dibawah komando mayor Yagi, kompi 9 dibawah kapt..Motohiro . kompi 10 dibawah kapt. Nakasima dan pasukan artileri dibawah kapt.Fukuda) .Para pemuda Semarang pada waktu itu berada dibawah pimpinan S.Broto(komandan Barisan Srobot). Ali Said,Sudharmono, Hoegeng,Wongsonegor o(residen) dll.Memang banyak berdatangan para pemuda dari Pati,Purwodadi, Solo dan Yogya untuk membantu melawan tentara Jepang .

Pertempuran ini adalah yang kedua hebatnya setelah Surabaya dan mengakibatkan berpuluh ribu korban diantara para pemuda dan penduduk dan pada waktu itu tentara Jepang melakukan hal-hal yang sangat kejam seperti memenggal kepala para pemuda yang tetangkap.Hal itu dilakukan dengan menggepe (menjepit) dan mengikat dada dan punggung para pemuda dengan dua batang bambu dalam barisan 5 orang. Pada waktu itu ada 3 barisan dan algojo dengan satu kali tebas memotong 2 atau tiga kepala.

Pada barisan terakhir mungkin kekuatan algojo sudah kurang dan barisan ambruk oleh badan manusia yang tak berkepala sehingga ada 2 orang yang ikut jatuh dan pura-pura mati bermandi darah kawan-kawannya. Rupanya Jepang sendiri juga sudah groggy dan tidak mengadakan pemeriksaan lagi dan terus pergi.Kejadian ini berlangsung di depan kantor Kenpetai( sekarang Markas Kodam) dan mereka yang selamat, melarikan diri masuk kedalam Kali Sari yaitu Warkam Murtiharsojo (Jl.Papandayan Belakang Semarang).

Pada waktu pertempuran 5 hari itu seluruh kampung Batik Semarang di bakar habis oleh Jepang tetapi dibumihanguskannya kampung Pandean Lamper Lor oleh tentara Jepang, baru dilakukan sesudah pertempuran 5 hari. Pada waktu itu kampung Pandean Lamper Lor dibakar dan penduduk yang keluar menyelamatkan diri ditembaki dengan senapan mesin dan Markas Pemuda yaitu rumah Drh Marah Rusli(pengarang Siti Nurbaya), dengan komandan pemuda Rushan Rusli(ayah Harry Rusli), juga ikut dibakar. Mungkin Suharto ada diantara pasukan yang datang membantu dari Yogya.

Sumber:
1)Seratus tahun KNIL di Hindia BelandaOleh sejarawan militer Kapt. Pieter van Meel(terjemahan oleh Wal Suparmo)
2) Sejarah pertempuran lima hari di SemarangOleh Mr.Han Bin Siong & Dipl.Ing J.M.Rebel(idem)
3) Warkam Murtiharsojo

Awas Aksi Lempar telor

Modus operandi perampokan mobil:

Para perampok melemparkan telur-telur ke kendaraan Anda, tujuannya agar Anda memperlambat laju kendaraan lalu mengaktifkan wiper kaca mobil.Ketika wiper bekerja, pandangan Anda ke depan terhalang.

Justru inilah yang diharapkan oleh para perampok itu. Mereka berdiri dengan jarak beberapa meter. Ketika mobil Anda berhenti (atau Anda keluar dari mobil), mereka akan menyerang dan merampas mobil Anda.

Bisa jadi nyawa Anda terancam.Jika peristiwa tersebut terjadi pada Anda, tetaplah melajukan kendaraan Anda. Buka sedikit kaca jendela mobil, kemudian longokkan kepala Anda keluar jendela untuk tetap bisa melihat kedepan, tetap sambil jalan sampai Anda merasa aman.

Semoga informasi ini berguna dalam melawan kejahatan yang terjadi di sekitar kita. Mari lawan kejahatan!

Tips Menghindari Perampokan di Jalan Raya


Tips Menghindari Perampokan di Jalan Raya

1. Sebelum kendaraan berjalan, selalu periksa pintu dan kaca jendela agar dalam keadaan tertutup dan terkunci rapat. Waspadai dan catat nomor polisi kendaraan yang Anda curigai.

2. Bila ada yang memberi tahu kendaraan yang Anda tumpangi tidak beres, hentikan kendaraan hanya di pos atau kantor polisi, pos satpam perkantoran, ruko, tempat parkir, atau bengkel yang ramai. Jangan buka pintu atau kaca jendela sampai kendaraan ada di salah satu tempat tersebut.

3. Hubungi layanan darurat polisi lewat telepon seluler bebas pulsa, 112, atau layanan pesan singkat 1717, atau Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, 021-5276004.
Sumber : Kepala Satuan Pencurian Kendaraan Bermotor, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Nico Afinta. (WIN)

Jumat, 18 Januari 2008

The Untold Story Surya Agung Wibowo

Secara kebetulan ada waktu bertemu dengan Surya Agung Wibowo. Ia adalah salah satu atlet yang mengeluarkan harum bau bunga atas prestasinya di Sea Games XXIV 2008 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Ia menyabet dua medali emas untuk lari 100 meter dengan catatan waktu 10,25 detik, menjadi rekor terbaru Sea Games 2008 dan lari 200 meter ditempuhnya dengan 20,76 detik, rekor baru Nasional.

Ia ibarat kijang kencana emas yang berlari bak panah yang dilepaskan dari busur panah Arjuna. Cepat menuju sasaran. Tidak heran kalau ia berhasil memecahkan rekor Sea Games dari 10,26 detik menjadi 10,26 detik.

Surya Agung Wibowo, kelahiran Surakarta, 8 Oktober 1983 ini telah menikah dengan Astatik Anjarwani dan mempunyai seorang putri, Salwa Azzahra Wibowo (9 bulan). Sangat bersahaja, pribadi sederhana dengan tipikal kerendahan hati ala Solo.

Ketika ikutan menyantap makanan gule kambing di kantin Koni, makanan kesukaan dirinya. Ibu kantinpun bangga dengan Agung. “Ini lo mas ketika dapet medali emas jempolnya dimasukan ke mulut,” ujar si ibu kantin sambil mencontohkan jempolnya dimasukan ke mulut. Agung, panggilan akrabnya hanya tersenyum tersipu malu.

“Agung uangnya sudah dibeliken apa? Mobilkah,” tanya si ibu kantin. Agung yang meraih prestasi 2 medali emas ini diganjar 400 juta rupiah dari Menpora Adhyaksa Dault dan bea siswa untuk melanjutkan program S2 nya. Wackss... Jangan kaget. Agung, seorang atlet yang juga sarjana Pendidikan lo. Ia lulusan fakultas Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Nasional Semarang. Ehm... langka ya seorang atlet yang juga bergelar sarjana.

Striker

Apa iya Agung bercita-cita menjadi atlet pelari?

Ternyata tidak lo. Ia justru mempunyai cita-cita ingin menjadi sepakbola ternama. Penyerang tengah adalah impiannya. Sejak kelas 2 SMP, Agung telah diajak ikutan pertandingan sepakbola tarkam (antar kampung).

“Saat itu saya sudah dibayar 20.000 rupiah setiap kali bertanding. Pokoknya hampir ke pelosok Solo dan Yogya, aku diajak bermain bola,” jelasnya. Ia pun bercerita betapa takutnya lawan-lawan sepakbolanya menghadapi kecepatan lari Agung dalam menyambut umpan dari temannya untuk membobol gawang lawan.

Mendengar cerita Agung. Saya membayangkan kecepatan Michael Owen ketika baru muncul yang bisa lari 100 meter dengan catatan waktu 10 detikan. Atau Odonkor, pemain sayap Jerman yang mempunyai kemampuan sama.

Seandainya Agung tetap menekuni dunia sepakbola. Betapa indahnya menyaksikan lesatan larinya Agung diantara pemain belakang sepakbola di Copa Indonesia atau Liga Indonesia. Sayangnya garis tangan Agung tidak ke sepakbola tapi ke atlet. Lalu apa yang menyebabkan dirinya meleset ke atlet?

Kolusi

Cita-cita Agung ingin menjadi pemain sepakbola dunia. Benar-benar ingin diwujudkannya. Ia pun mencoba mendaftar menjadi pemain sepakbola pelajar di Solo.

Agung masuk ke 24 pemain yang akan diseleksi akhir karena hanya 22 pemain yang akan terpilih. Saat final seleksi tiba. Agung tersisih. Ia kalah bersaing dengan adik sang pelatih. Agung kalah karena kolusi. Aduh menyedihkan dan hancur hatinya.

Ia pun mengadukan hal ini kepada kedua orangtuanya, H.Ngadiman dan Hj.Ngatiyah. Orangtuanya selalu memberikan dorongan semangat kepada si ragil (bungsu) untuk meneruskan cita-citanya. Bahkan secara khusus sang ibu memanjatkan doa agar anaknya ini bisa menjadi pemain sepakbola ternama ketika menjalankan ibadah haji.

Agung melihat ada kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pemain sepakbola dengan mengikuti seleksi tim sepakbola pelajar se Jawa Tengah. Agung berangkat ke Semarang dengan berbekal semangat dan kemampuan yang ada dalam dirinya. Disinipun dirinya gagal masuk seleksi karena dianggap terlalu muda. Ia masih punya kesempatan tahun depan untuk masuk tim sepakbola pelajar.

Kembali hal ini memukul hati Agung tapi ia tetap mencintai sepakbola. Untuk melupakan kesedihan hatinya. Agung aktif dalam kegiatan olahraga di SMAN 6 Solo. Saat itu dirinya ikut lomba loncat tinggi dan lari. Ternyata di sekolah ia menjadi juara loncat tinggi dengan tinggian loncat, 170 cm dan juara lari 100 meter. Otomatis Agung mewakili sekolah untuk mengikuti pekan olahraga antar sekolah se Solo.

Ia pun menjadi juara di dua cabang olahraga yang berbeda jauh itu yaitu lari dan loncat tinggi. Bakat Agung dilihat oleh pemandu bakat atletik. Ia pun mendekati Agung dan meminta nomor telepon rumahnya. Agung tidak menaruh perhatian serius atas permintaan sang pemandu bakat.

Tantangan

Sebulan kemudian Agung mendapat telepon dari sang pemandu bakat. Apakah Agung mau mengikuti lomba lari? “Aku menjawab mau,” jelasnya. Tapi harus biaya sendiri ke Jakarta.

“Yo,wis aku minta uang ke Emak dan Bapak, minta bantuan ke pakde, paklik dan kakak-kakakku. Pokoknya dapat uang cukup untuk ongkos, biaya menginap dan uang makan,” jelasnya. Setelah itu, Agung berangkat ke Jakarta.

Ternyata setibanya di Jakarta, sang pemandu bakat menantang Agung. “Agung, kamu sanggup lari dibawah 11,20 detik. Kalau sanggup kamu akan masuk dibawah bimbingan pelatihan atletik yang benar,” jelasnya.

Agung pun menyanggupi tantangan itu. Ketika dibabak penyisihan, dirinya bisa menembus batas waktu 11,20 detik. Bahkan dirinya bisa menyabet medali emas.
“Yah, ini awal saya terjun secara serius ke dunia atletik,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat mengikuti lomba ini, dirinya merasa prihatin juga. “Mas, aku malu ke teman-teman atletik lainnya. Mereka selesai lomba, ramai-ramai belanja beli peralatan olahraga, baju olahraga, sepatu dan lainnya. Aku hanya bisa beli satu stel baju olahraga reebok itu aja,” jelasnya sambil tersenyum pahit.

Tercepat

Waktupun berlalu. Agung telah menjadi atlet nasional. Awalnya ia hanya diproyeksikan sebagai pelari estafet saa tapi nasib berkata lain. Ia pun mendapat latihan intensif sebagai pelari khusus 100 meter, 200 meter dan estafet.

Kerja keras, disiplin dan berdoa kepada Tuhan adalah moto hidup Agung. Ia pun berusaha mempertahankan itu seumur hidupnya. “Mas, ini kalau bukan karena kehendak Tuhan. Tidak mungkin aku bisa meraih prestasi ini,” jelas Agung.

Ketika dirinya berhasil memecahkan rekor Sea Games dengan waktu 10,25 detik. Ia mempersembahkan medali emas ini untuk istrinya, Astatik, dihari yang sama sedang melangsungkan wisuda sarjana. “Aku tidak bisa menghadiri wisudanya tapi aku mempersembahkan medali untuknya,” jelasnya.

Sebenarnya untuk lari 200 meter bukan proyeksi saya. Kebetulan kedua pelatih saya menyarankan untuk ikut saja. Lepas saja larinya karena memang tidak ada target dari KONI. “Akupun mengiyakan saja. Toh lari hanya sehari saja capainya,” jelasnya.

Eh. La..da...lah. Kok dapet medali emas juga. Agung melakukan selebrasi dengan mengenyot jempolnya ke dalam mulut. Emas ini dipersembahkan untuk anaknya, Salwa yang baru berusia 8 bulan saat itu.

Motor

Beberapa jam ngobrol dengan Agung membuat saya agak mengenal dirinya tapi saya terkejut ketika mengetahui Agung dari rumah di Cilandak Barat ke Lapangan Madya Senayan untuk latihan naik sepeda motor.

Apa penyebabnya? Kita tentu mengetahui tingkat kecelakaan sepeda motor di Jakarta sangat tinggi. Laporan tahun 2007 tercatat sebanyak 300 pengemudi motor tewas di jalan. Wah... mengerikan.

Agung sebagai atlet berprestasi seandainya mengalami musibah kecelakaan (tidak sampai fatal) tapi patah kaki atau ototnya ada yang robek. Sungguh suatu peristiwa yang amat sangat disesalkan. Ini merupakan kerugian yang besar bagi dunia olahraga Nasional karena Agung saat ini merupakan salah satu asets olahraga terpenting di Indonesia. Mungkin ia masih bisa berprestasi di Sea Games XXV atau Asian Games.

Hati-hati ya Gung....

Ludi Hasibuan: http://ludihasibuan.blogspot.com

Minggu, 30 Desember 2007

Selamat Tahun Baru 2008


Jakarta, Senin, 31 Desember 2007


Bangun jam 05.00 pagi. Udara masih berasa dingin. Mengintip dari jendela terlihat tetesan embun hinggap di daunan yang ada diteras rumah. Kemudian membuka pintu rumah dan menghirup udara segar di pagi hari.


Yah... ini adalah pagi hari terakhir di tahun 2007. 365 hari telah dilalui sepanjang tahun 2007 tentunya banyak peristiwa yang penuh dinamika terjadi dalam hidup ini.


Kalau berbicara romantisme tentu ada peristiwa yang membuat diri ini tertawa dan menangis. Inilah hidup yang pasti dilalui oleh semua orang.


Hari ini, kata orang tanggalan ke jepit. Ghuhahaha... kasihan ya.

Kok ke jepit. Apa tidak sakit dia?

Soalnya tanggal 30 Desember hari Minggu (libur), 31 Desember hari Senin (masuk kerja) dan 1 Januari hari Selasa (libur). Jadilah ia ke jepit.


Ya... udah. Yang pasti hari ini masih masuk kerja terakhir di tahun 2007.


Seperti biasa walaupun cuaca mendung dan dingin.

I tetap naik angkutan umum. Kadung jatuh cinta. Soalnya kalau bawa mobil lagi takut males naik angkutan umum. Hehehehe...


Setelah mandi dan lain-lain berangkatlah menuju kantor.

Sambil menunggu bus Patas AC 74 jurusan Kampung Rambutan - Tanggerang di Cawang Atas.

Seperti biasa ngerumpin dengan tukang koran.

Biasa basa-basi untuk mengurangi kejenuhan menunggu datangnya bus.


"Mas malam tahun baru mau bikin apa?" tanyaku membuka pembicaraan.


"Wah, kalau orang tidak mampu mah di rumah saja. Nonton teve juga sudah senang," ujarnya.


"Lo, enggak mau ke Monas lihat konser musik gratis dan kembang api. Ramai lo," ujarku lagi.


"Males mas. Pasti ramai dan tidak bisa lihat apa-apa. Paling nanti malam hujan. Kalau saya ke hujanan terus masuk angin. Besoknya tidak jualan, mau makan apa saya nanti," ujar bapak tiga anak ini.


Ia pun berpendapat. Sebenarnya apa sih yang dirayakan pada malam Tahun Baru?

Kita masih menemui hari yang sama yaitu dari Senin sampai Minggu.

Detik pun tetap berputar dari 1 - 60 detik yang berubah menjadi Menit.

1 Menit bergeser ke 60 menit, tetap saja berarti 1 jam.

24 jam adalah satu hari.


Satu minggu masih tetap tujuh hari.

Satu bulan berkisar antara 28 - 31 hari

Satu tahun tetap dari bulan Januari - Desember


Yang berubah hanya satu yaitu angka yang menunjukan tahun dari 2007 ke 2008.

Lainnya tetap berjalan dengan seperti biasa.


Manusia walaupun pergantian tahun hanya memiliki dua pilihan yaitu ia bernapas atau berhenti bernapas. Jika masih bernapas ia hidup dan menjalani hari-hari seperti biasa dan penuh dinamika. Perubahan drastis akan terjadi ketika orang itu berhanti bernapas atau meninggal dunia. Karena ia akan menempuh perjalanan baru dan belum pernah ada orang yang sudah meninggal mampu menceritakan kejadian di alam sana ke orang yang hidup.


"Saya sebagai orang miskin. Tidak bisa memaknai arti dari Malam Tahun Baru karena standart ukuran saya adalah bagaimana saya bisa makan besok, "jelasnya kembali.


Orang boleh berbahagia merayakan malam Tahun Baru dengan hura-hura dan kemewahan.


Tapi kebahagian bagi saya adalah ketika diri ini bisa memberikan makan keluarga.


"Itu arti malam tahun baru bagi saya," tegasnya.


Saya pun tersenyum mendengarnya.


Well... berhubung bus yang di tunggu sudah datang.


Saya pun berpisah denganya sambil mengucapkan:


SELAMAT TAHUN BARU

Rabu, 26 Desember 2007


Ramalan 2008 versi Ghuahaha....

1 Januari 2008 merupakan hari pertama dan tanggal pertama di tahun 2008

1 Januari 2008 Presiden dan Wakil Presiden RI, masih dijabat SBY dan JK

Lumpur Lapindo masih menyemburkan lumpur panas

Orang terkaya Indonesia masih dipegang Aburizal Bakrie

Pertengahan Juni-Juli: Pertandingan Sepakbola Piala Eropa di Austria dan Swiss

Bulan Januari – Februari Jakarta banjir lagi

Libur bersama sepanjang tahun 2008 sebanyak 8 hari

17 Agustus 2008 masih perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63.

Dualisme penetapan Hari Raya Idul Fitri antara NU, Muhammadiyah dan Pemerintah masih terjadi

Indonesia gagal menjuarai Piala AFF atau Piala Tiger

Ombak besar akan melanda laut di Indonesia sepanjang tahun 2008

Gempa bumi akan menggoyang Indonesia

Musibah kecelakaan lalu lintas, darat, laut dan udara akan terjadi

Jalur busway akan dibuka koridor baru

Artis Indonesia akan ada yang meninggal dunia

Tokoh masyarakat akan ada yang meninggal dunia

Artis Indonesia banyak yang menikah

Artis Indonesia banyak yang akan bercerai

Infotainment masih menayangkan kisah-kisah gosip artis dan selebritas

Rating AC Nielsen masih menuai kontroversi

Pemerintah tetap akan menjalankan pengalihan minyak tanah ke lpg/gas

BBM untuk pribadi dialihkan ke Premix atau Pertamax
Stasiun Teve Nasional masih menayangkan sinetron yang berkisah ala Sinderella

Merriam Bellina masih laris untuk memerankan tokoh ibu-ibu

Tukul dengan 4 Mata mulai meredup kalau tidak ada inovasi baru

Kick Andy semakin dimanfaatkan para kandidat Capres dan Cawapres untuk mempromosikan diri

News dot com akan semakin banyak bahan untuk memparodikan situasi di negara tetangga menjelang pemilu umum dan pemilu presiden

Film Indonesia masih didominasi dengan film horor/komedi dan drama

Mama Mia dan Super Mama harus memikirkan format baru karena mulai muncul kejenuhan penontonnya

Indonesian Idol harus mencari greget baru agar kembali menjadi ajang nyanyi bergengsi

25 Desember masih perayaan Natal bagi umat Nasrani

31 Desember merupakan perayaan malam Tahun Baru 2009

Senin, 17 Desember 2007

Mati Ketawa Ala Mesir

Berhati-hatilah ke kamar mandi...



Mercedez Bens boleh punya Jerman tapi logonya punya Mesir



Ini pasukan penjaga perbatasan Mesir - Israel. Lalu apa yang diperiksa?









Nokia boleh jadi merek handphone tapi di Mesir jadi alas kaki







Adidas kebanggaan Jerman tapi Sdidsa punyanya Mesir












Mau naek lift harus paham fungsi tombolnya....











Carrefour ada saingannya di Mesir yaitu Khairyfour